Test Footer

Photobucket Photobucket Adsense Indonesia

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 08 Februari 2013

Info Sidang

Blog Juridiksi akan menginformasikan jalannya persidangan

Kamis, 17 Mei 2012

Imigran Asal Afganistan Dan Iran Kabur Setelah Menggali Terowongan

Juridiksi News- IMIGRAN asal Afganistan dan Iran kabur dari tahanan setelah sebelumnya membuat terowongan sepanjang 25 meter dengan kedalam 2,5 meter dibawah bangunan tempat penampungan mereka. Tekad 51 Imigran ini untuk kembali melanjutkan niat mereka pergi ke Negara Australia untuk mendapatkan suaka politik tidak dapat dihalangi sekalipun taruhannya adalah nyawa mereka. Mereka sebelumnya ditangkap saat kapal motor yang mereka tumpangi mengalami kerusakan saat melewati laut Indonesia. Karena tidak dilengkapi dokumen keimigrasian akhirnya Imigran gelap itu ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Imigrasi Manado.
Kaburnya Imigran asal Negara Afganistan dan Iran itu diketahui saat petugas jaga Imigrasi mengecek keberadaan mereka diruang kamar penampungan saat pagi subuh pada hari Sabtu 5 Mei 2012. Tidak biasanya Para Imigran ini tak ikut sholat subuh. Karena itu Para Jamaah yang ikut sholat pagi itu bertanya-tanya yang akhirnya melaporkan ketidak hadiran mereka kepada petugas jaga Imigrasi. Setelah menerima laporan dari jamaah maka petugas jaga mengecek keberadaan mereka di kamar tempat penampungan mereka dan akhirnya menemukan kamar di Blok B kosong tak berpenghuni. Setelah diperiksa ternyata terdapat lubang terowongan berdiameter sedalam 2,5 m yang diduga digali para Imigran asal Negara yang terus dilanda perang saudara itu. Dan setelah ditelusuri terowongan seukuran manusia itu tembus melewati bawah tembok belakang Rumah Detensi Imigrasi yang berlokasi di pinggiran Manado.

Diduga para Imigran ini sudah lama mempersiapkan pelarian mereka. Lubang terowongan digali mereka dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti sendok dan piring. Tanah galian mereka masukkan dalam kantong pkastik lalu dibungkus dengan kertas koran untuk mengelabuhi petugas. Sedangkan untuk menyuplai udara kedalam terowongan mereka menggunakan kipas angin.
Imigran yang usianya sekitar 20-an sampai 60-an ini diketahui dulu dinegara asal mereka adalah orang-orang professional. Diantara mereka ada yang dulu berprofesi sebagai dokter, guru serta ada yang pernah terlibat sebagai milisi dan tentara. Karena negara asal mereka lama dilanda perang saudara, maka banyak dari mereka yang menggali bunker serta terowongan dibawah tanah, sehingga urusan gali-menggali terowongan adalah hal yang mudah bagi mereka. Jadi tidak heran jika Imigran yang ditampung di Rumah Detensi Imigrasi Manado itu bisa dengan mudah meloloskan diri.   
Salah seorang Imigran Iran yang tidak ikut melarikan diri menuturkan bahwa salah satu Negara tujuan  mereka adalah Australia. Impian sebagian besar Imigran asal Negara Timur Tengah adalah hidup dengan bebas dan tenteram di Negara yang terkenal aman itu. “Di Iran sistim hukumnya tidak adil” tutur Mehdy imigran asal Iran. “tidak ada kebebasan. Berjalan dengan pacar saja langsung ditangkap polisi. Saya tidak mau pulang ke Iran, saya sangat berharap bisa tembus ke Australia atau ke Amerika” Mehdy hingga saat ini masih berharap dapat melanjutkan keinginannya mendapat suaka di Negara tujuan, itulah sebabnya ia masih tetap bertahan di rumah penampungan Imigrasi Manado.     

  

Senin, 14 Mei 2012

SIDANG CLASS ACTION TIDAK DIHADIRI PIMPINAN DPRD KOTA BITUNG

Juridiksi-News. SIDANG Gugatan Class Action warga masyarakat adat MASATA terhadap Walikota Bitung serta 3 (tiga) Pimpinan DPRD Kota Bitung dan seluruh Pimpinan dan anggota Komisi A yang membidangi hukum dan pemerintahan  digelar di Pengadilan Negeri Bitung pada hari Senin 14 Mei 2012. Sidang yang dipimpin AHMAD SHALIHIN, SH.MH. dan anggota ERENST ULAEN, SH.MH., PAUL BELMANDO PANE, SH. berlangsung selama 2 jam dengan agenda pembacaan gugatan.
Warga masyarakat MASATA yang hadir di Pengadilan Negeri Bitung berjumlah kurang lebih 1500 orang mereka datang dengan menggunakan ratusan sepeda motor dan 12  bus berkapasitas 60 penumpang. Karena ruang sidang tidak dapat menampung warga masyarakat, maka warga masyarakat dengan inisiatif sendiri memasang tenda dihalaman kantor Pengadilan. Hal itu mereka lakukan karena ingin   mengikuti persidangan walau hanya mendengar dari pengeras suara yang telah disediakan pihak Pengadilan.
Sementara itu pihak Tergugat yang hadir nampak Kuasa hukum yang mewakili  Walikota Bitung terdiri dari Nico Walone, SH. Wensy Luntungan, SH.MH. , Jerry Kalalo, SH. sedangkan dari Komisi A, hadir Viktor Tatanude, SH. Vony Sigar, Greity Mandey, Welem Wuwungan, dan yang tidak hadir adalah Tergugat II yaitu tiga pimpinan DPRD Kota Bitung Santy Luntungan, Morits Mantiri dan Baby Palar.
Pada sidang perdana ini Majelis Hakim telah memberikan kesempatan kepada Penggugat untuk membacakan gugatan. Hetty Watuna salah seorang Penggugat yang membacakan surat gugatan menyebutkan bahwa Para Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengabaikan Asas-asas umum pemerintahan yang baik, dimana tanah garapan warga masyarakat adat MASATA yaitu tanah ex erpacht seluas 92,6 ha yang terletak di Kelurahan Tanjung Merah telah ditetapkan dalam Ranperda RTRW Kota Bitung tahun 2011-2031 sebagai Kawasan Industri  dan pergudangan. Padahal sebelumnya, lanjut Hetty Watuna,  Para Tergugat telah menerima aspirasi masyarakat adat MASATA saat hearing dan berjanji akan mengeluarkan rekomendasi kepada warga masyarakat MASATA  tetapi ternyata Aspirasi warga masyarakat MASATA dipermainkan melalui pernyataan-pernyataan  politis yang padahal hakekatnya berlindung dibalik kebohongan, tanda Hatty Watuna saat membacakan dalil-dalil gugatan.
Setelah pembacaan gugatan Ketua Majelis Hakim  AHMAD SHALIHIN, SH.MH. yang juga sebagai Ketua Pengadilan Negeri Bitung menyarankan kepada Penggugat dan Tergugat untuk menyelasaikan perkara ini secara damai. Dan sidang berikutnya ditunda dan akan digelar kembali pada tanggal 28 Mei 2012, dengan perintah kepada Tergugat yang tidak hadir untuk dipanggil kembali untuk hadir pada siding mendatang.
Usai sidang Para Penggugat saat dimintai tanggapannya atas sidang perdana ini menyatakan kecewa dan menyesalkan ketidak hadiran 3 (tiga) Pimpinan DPRD Kota Bitung masing-masing Ketua SANTY LUNTUNGAN, Wakil Ketua MOURITS MANTIRI dan BABY PALAR.  “Seharusnya Pimpinan DPRD taat hukum, mereka jelas-jelas melecehkan lembaga peradilan. Masa mereka bertiga tidak hadir tanpa ada kabar berita. Seharusnya mereka menjadi contoh teladan dengan hadir memenuhi panggilan Persidangan. Apalagi kami warga masyarakat yang terdiri dari 20 ribu kepala keluarga sebagai Penggugat adalah konstituen mereka.Apakah mereka takut karena telah melakukan kesalahan sehingga tidak mau berhadapan lagi dengan masyarakat adat MASATA”  Tandas JOHN WANTAH dan diiyakan HETTY WATUNA dan DOLFI RUMAMPUK masing-masing sebagai Penggugat dan Perwakilan Kelompok Masyarakat Adat Manembo-nembo, Sagerat, Tanjung Merah (MASATA).

Dari pihak Pengadilan Negeri Bitung saat ditanyakan kehadiran seribuan warga masyarakat menyatakan kaget karena baru kali ini ada perkara Class Action di Pengadilan Negeri Bitung dan kedatangan warga sebanyak itu yang nota bene memang hadir mengikuti persidangan karena mereka juga sebagai Penggugat tapi karena mereka sudah mewakilkan kepada 3 orang, maka mereka cukup saja mengikuti dihalaman kantor dan mereka berterima kasih karena ada pengeras suara yang disediakan Pengadilan.
Sementara itu puluhan anggota POLRI dari Polsek Bitung tengah dan Polres Bitung hanya berjaga-jaga sambil bersenda gurau dengan masyarakat karena walaupun yang hadir ribuan tetapi warga yang hadir tertib dan tidak melakukan hal-hal yang tidak dinginkan, hanya terlihat satu dua spanduk bertuliskan mendukung perjuangan wakil mereka yang hadir langsung dipersidangan.   

  

Minggu, 13 Mei 2012

Walikota Bitung dan Pimpinan DPRD digugat Masyarakat MASATA

Juridiksi-News. Pengadilan Negeri Bitung Senin tanggal 14 Mei 2012 akan mengagendakan sidang Gugatan Class Action dari Masyarakat Adat Manembo-nembo, Sagerat dan Tanjung Merah (MASATA). Gugatan Masyarakat Adat MASATA dengan Tergugat masing-masing Walikota Bitung sebagai Tergugat I, Pimpinan DPRD Kota Bitung secara kolektif kolegial dengan Ketua Santi Luntungan, ST., Wakil Ketua masing-masing  Ir.Morits Mantiri dan Babby Palar, SH. sebagai Tergugat II dan Pimpinan dan Anggota Komisi A DPRD Kota Bitung.

Masyarakat adat MASATA melalui Penggugat Perwakilan Kelompok (Class Representative) masing-masing JOHN WANTAH, DOLFI RUMAMPUK dan HETTY WATUNA dalam gugatannya mempermasalahkan tindakan Para Tergugat yang telah mensahkan Ranperda RTRW Kota Bitung Tahun 2011-2031 dengan memasukkan lahan garapan mereka yang luasnya 92,6 ha sebagai lahan Industri dan Pergudangan. Menurut Para Penggugat saat hearing di DPRD yang dihadiri Para Tergugat, pendudukan lahan seluas 92,6 ha oleh masyarakat adat MASATA akan diakomodir dengan dikeluarkan Rekomendasi tapi kenyataannya justru Para Penggugat mensahakan Ranperda RTRW Kota Bitung dengan memasukkan lahan yang mereka duduki sebagai lahan industri dan dipersiapkan menyongsong ditetapkannya Kota Bitung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Masyarakat adat MASATA dalam gugatannya menuntut kepada Para Tergugat untuk membayar ganti rugi sebesar Rp. 27 Milyar untuk kerugian materil dan Rp. 25 Milyar untuk kerugian Immateril.

Walikota Bitung Hanny Sondakh dalam menghadapi gugatan Class Action masyarakat adat MASATA beberapa hari yang lalu menyatakan kepada wartawan bahwa Pemkot Bitung telah menyiapkan 7 orang Pengacara handal untuk menghadapi gugatan tersebut.Sementara Pimpinan DPRD Kota Bitung dalam kesempatan terpisah menyatakan juga telah menyiapkan Pengacara untuk menghadiri persidangan yang rencananya dilaksanakan pada Senin 14 Mei 2012.

Informasi yang beredar bahwa Penggugat dalam hal ini Masyarakat MASATA telah mempersiapkan diri untuk menghadiri sidang perdana dengan mengerahkan sekitar seribuan anggota masyarakat untuk mengadiri sidang di Pengadilan Negeri Bitung. Masyarakat Adat MASATA yang menduduki tanah ex erfacht Tanjung Merah menclaim bahwa tanah seluas 92,6 ha yang mereka duduki adalah tanah ulayat yang dulu dirampas dari mereka oleh kolonial Belanda dengan mendasarkan pada Domein Verklaring.

Selasa, 08 Mei 2012

UNSUR-UNSUR SUATU TINDAK PIDANA

UNSUR – UNSUR DALAM
SUATU
TINDAK PIDANA :

•    SUATU PERBUATAN
•    DILAKUKAN OLEH ORANG YANG DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN
•    MELANGGAR UNDANG-UNDANG
•    KESALAHAN

Kamis, 30 Juni 2011

KEADILAN ADALAH ROH DARI HUKUM

“Keadilan dan hukum merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Tidak bisa seseorang berbicara hukum tanpa mengetahui apa keadilan, dan tidak bisa pula orang berbicara keadilan tanpa mengetahui apa landasan hukumnya. Apabila hanya salah satunya saja yang disebutkan makan akan lahir penilaian yang bersifat subjektif dan sewenang – wenang. Maka keadilan adalah roh dari hukum dan mutlak tak terpisahkan” ungkap Ketua MA, Harifin A Tumpa

Rabu, 23 Februari 2011

INFO SIDANG

Persidangan Perkara dapat diikuti mulai hari ini
Published with Blogger-droid v1.6.7

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More